Surah 68 Ayat 10:
وَلَا تُطِعْ كُلَّ حَلَّافٍ مَّهِينٍ Dan janganlah engkau (berkisar dari pendirianmu yang benar, dan jangan) menurut kemahuan orang yang selalu bersumpah, lagi yang hina (pendapatnya dan amalannya), -
Surah 68 Ayat 11:
هَمَّازٍ مَّشَّاءٍ بِنَمِيمٍ Yang suka mencaci, lagi yang suka menyebarkan fitnah hasutan (untuk memecah belahkan orang ramai), -
Surah 68 Ayat 12:
مَّنَّاعٍ لِّلْخَيْرِ مُعْتَدٍ أَثِيمٍ Yang sering menghalangi amalan-amalan kebajikan, yang melanggar hukum-hukum ugama, lagi yang amat berdosa, -
Surah 68 Ayat 13:
عُتُلٍّ بَعْدَ ذَٰلِكَ زَنِيمٍ Yang jahat kejam, yang selain itu tidak tentu pula bapanya.
Surah 68 Ayat 14:
أَن كَانَ ذَا مَالٍ وَبَنِينَ Adakah kerana ia seorang hartawan dan ramai anak-pinaknya (maka ia mendustakan ugama Kami)? -
Surah 68 Ayat 15:
إِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِ آيَاتُنَا قَالَ أَسَاطِيرُ الْأَوَّلِينَ Apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat keterangan Kami, ia berkata: " (Ini ialah) cerita-cerita dongeng orang-orang dahulu kala".
Surah 68 Ayat 16:
سَنَسِمُهُ عَلَى الْخُرْطُومِ (Orang yang bersifat demikian, akan didedahkan kehinaannya) - Kami akan adakan tanda di atas hidungnya (yang berupa belalai itu).
Surah 68 Ayat 17:
إِنَّا بَلَوْنَاهُمْ كَمَا بَلَوْنَا أَصْحَابَ الْجَنَّةِ إِذْ أَقْسَمُوا لَيَصْرِمُنَّهَا مُصْبِحِينَ Sesungguhnya Kami telah timpakan mereka dengan bala bencana, sebagaimana Kami timpakan tuan-tuan punya kebun (dari kaum yang telah lalu), ketika orang-orang itu bersumpah (bahawa) mereka akan memetik buah-buah kebun itu pada esok pagi; -
Surah 68 Ayat 18:
وَلَا يَسْتَثْنُونَ Serta mereka tidak menyebut pengecualian.
Surah 68 Ayat 19:
فَطَافَ عَلَيْهَا طَائِفٌ مِّن رَّبِّكَ وَهُمْ نَائِمُونَ Maka kebun itu didatangi serta diliputi oleh bala bencana dari Tuhanmu (pada malam hari), sedang mereka semua tidur.
Surah 68 Ayat 20:
فَأَصْبَحَتْ كَالصَّرِيمِ Lalu menjadilah ia sebagai kebun yang telah binasa semua buahnya.
Surah 68 Ayat 21:
فَتَنَادَوْا مُصْبِحِينَ Kemudian pada pagi-pagi, mereka panggil memanggil antara satu dengan yang lain -
Surah 68 Ayat 22:
أَنِ اغْدُوا عَلَىٰ حَرْثِكُمْ إِن كُنتُمْ صَارِمِينَ (Setengahnya berkata): "Pergilah pada pagi-pagi ke kebun kamu, kalau betul kamu mahu memetik buahnya".
Surah 68 Ayat 23:
فَانطَلَقُوا وَهُمْ يَتَخَافَتُونَ Lalu berjalanlah mereka sambil berbisik (katanya):
Surah 68 Ayat 24:
أَن لَّا يَدْخُلَنَّهَا الْيَوْمَ عَلَيْكُم مِّسْكِينٌ "Pada hari ini, janganlah hendaknya seorang miskin pun masuk ke kebun itu mendapatkan kamu".
Surah 68 Ayat 25:
وَغَدَوْا عَلَىٰ حَرْدٍ قَادِرِينَ Dan pergilah mereka pada pagi-pagi itu, dengan kepercayaan, (bahawa) mereka berkuasa menghampakan fakir miskin dari hasil kebun itu.
Surah 68 Ayat 26:
فَلَمَّا رَأَوْهَا قَالُوا إِنَّا لَضَالُّونَ Sebaik-baik sahaja mereka melihat kebunnya, mereka berkata: "Sebenarnya kita sesat jalan, (ini bukanlah kebun kita)".
Surah 68 Ayat 27:
بَلْ نَحْنُ مَحْرُومُونَ (Setelah mereka perhati dengan teliti, mereka berkata: "Tidak! Kita tidak sesat), bahkan kita orang-orang yang dihampakan (dari hasil kebun kita, dengan sebab ingatan buruk kita sendiri)".
Surah 68 Ayat 28:
قَالَ أَوْسَطُهُمْ أَلَمْ أَقُل لَّكُمْ لَوْلَا تُسَبِّحُونَ Berkatalah orang yang bersikap adil di antara mereka: "Bukankah aku telah katakan kepada kamu (semasa kamu hendak menghampakan orang-orang fakir miskin dari habuannya): amatlah elok kiranya kamu mengingati Allah (serta membatalkan rancangan kamu yang jahat itu) ?"
Surah 68 Ayat 29:
قَالُوا سُبْحَانَ رَبِّنَا إِنَّا كُنَّا ظَالِمِينَ Mereka berkata (dengan sesalnya): "Maha Suci Tuhan Kami! Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berlaku zalim!"